Friday, 2 December 2011

PERIHAL TEMAN..

"Nabi saw mengajar kita semua lelaki dan wanita Mencari kawan/teman/pasangan berumahtangga/sahabat yang benar baik dan mampu membimbing ke arah kebaikan kebenaran.....

Rasulullah SAW bersabda :

“Teman yang benar baiknya dan teman yang tidak baik itu diumpamakan seperti pembawa wangian dan peniup api, maka si pembawa wangian, memberikan wangian itu kepada kamu atau kamu dapat membelinya, atau kamu dapat mencium baunya yang wangi.

"Bagaimanapun peniup api mungkin membakar pakaianmu atau kamu dapat mencium bau peluhnya yang busuk.”"


Thursday, 1 December 2011

KISAH NABI MUSA A.S DENGAN SEEKOR BURUNG HELANG...

Pada suatu hari Nabi Musa a.s. telah keluar dan pergi berjalan-jalan bersama dengan Yusa' bin Nun , tiba-tiba ada seekor burung putih yang hinggap pada bahu Nabi Musa a.s dan burung itu berkata : " Wahai Nabi Allah lindungilah aku dari suatu pembunuhan pada hari ini ".

Nabi Musa a.s bertanya : " Dari siapa ?"
Jawab burung itu : " Dari burung helang yang mahu memakan aku ."

Burung itu lalu masuk kelengan baju Nabi Musa a.s dan tidak berapa lama datanglah burung helang terbang menghadap Nabi Musa a.s dan berkata : " Hai Nabi Musa,janganlah engkau menghalangi aku dari buruanku."

Nabi Musa berkata : " Aku akan menyembelih seekor kambingku untukmu sebagai gantinya. "

Jawab burung helang : " Daging kambing tidak sesuai bagiku."

Selanjutnya burung helang itu berkata : " Sebagai ganti, aku ingin makan dua biji matamu sebagai ganti."

Jawab Nabi Musa a.s : " Baiklah kalau demikian ."

Kemudian Nabi Musa a.s tidur menelentang dan datanglah burung helang itu hinggap di dada Nabi Musa a.s dan hendak mematuk dua matanya dengan paruhnya.

Melihat yang demikian ini Yusa' bin Nun berkata : " Wahai Nabi Allah,apakah engkau menganggap mudah dua mata engkau,hanya dalam urusan burung ini sahaja ?"

Maka burung itu terbang dari lengan baju Nabi Musa a.s dan helang pun mengejarnya. Akhirnya kedua-dua burung itu kembali menghadap kepada Nabi Musa a.s seraya berkatalah seekor dari antara keduanya :

"Aku sebenarnya adalah malaikat Jibril dan kawanku ini adalah malaikat Mikail. Tuhanmu telah menyuruh kami menguji kepadamu boleh bersabarkah engkau dari QADHA' Tuhanmu atau tidak ?"

Memang kesabaran itu harus dimiliki oleh setiap orang,lebih-lebih lagi orang yang beriman kepada Allah kerana memang orang yang beriman tidaklah akan dibiarkan begitu sahaja setelah ia menyatakan beriman kepada Allah,melainkan ia harus melalui ujian atau cubaan pula.

Rasulullah s.a.w bersabda : " Sabar itu ada tiba :
1. Sabar terhadap bencana.
2. Sabar berlaku taat.
3. Sabar menjauhi perbuatan derhaka.

Barangsiapa sabar terhadap bencana,maka di catat baginya tiga ratus darjat yang jaraknya jauh antara tiap-tiap dua darjat seperti jauhnya antara langit dan bumi.

Barangsiapa sabar berlaku taat,maka dicatatkan baginya enam ratus darjat yang jarak jauhnya antara dua darjat seperti jarak jauh antara permukaan bumi yang paling atas dengan dasar bumi yang ketujuh.

Barangsiapa sabar menjauhi perbuatan derhakla,maka dicatatkan baginya sembilan ratus darjat,yang jaraknya jauh antara tiap-tiap dua darjat seperti jarak jauhnya antara Arsy dengan bumi ."

JANGAN BEGITU, BEGINI..

"Sabda Rasulullah s.a.w. ingatkan kita dan mengajar kita apabila di dalam amal perbuatan kita ini dan itu ada kekurangan ,tengok 10 ini ,kiranya ADA,sebab itu jadi malas kita untuk berbuat kebenaran kebaikan kerana ALLAH swt ,maka perbanyakan istighfar kpd ALLAH swt dan perbanyak selawat ke atas Nabi SAW .

1· Jagalah lisanmu,lidahmu supaya tidak terjatuh di dalam fitnah,umpat,cela,hina,aibkan terhadap saudaramu/muslimin.

2.Bacalah Al-Quran

3· Tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.

4·Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.

5·Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.

6·Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.

7·Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.

8·Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain.

9·Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain.

10·Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu. "

10 SEBAB PENGHAPUS DOSA

Nash-nash al-Qur`an dan Sunnah telah menunjukkan bahwa hukuman dosa (siksa) dapat dihapuskan dari seorang hamba dengan sepuluh sebab berikut ini:


1. Taubat Nasuha.

Yaitu taubat yang sebenar-benarnya taubat, maka ia (taubat nasuha) dapat meleburkan dosa sebelumnya. Dan Allah Subhanahu Wata'ala Maha menerima taubat hamba-hambaNya yang mau bertaubat kepadaNya. 

Dan orang yang bertaubat dari segala dosa bagaikan orang yang tidak memiliki dosa. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. asy-Syura: 25).

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman, artinya, “Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu, sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-A’raf: 153).

2. Beristighfar.

Yaitu memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Sesungguhnya Allah akan mengampuni hamba-hambaNya yang meminta ampunan (beristighfar) kepadaNya. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. an-Nisa`: 110).

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman, artinya, “Dan Tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. al-Anfal: 33).

Begitu juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang apa yang beliau riwayatkan dari Rabbnya, artinya, “Wahai anak cucu Adam (manusia) seandainya dosa-dosamu setinggi awan di langit, lalu kamu meminta ampun kepadaKu, niscaya Aku akan mengampuni dosa-dosamu.” (HR. at-Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadits hasan shahih.”

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman dalam hadits qudsi, artinya, “Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian melakukan kesalahan (dosa) di waktu malam dan siang hari, sedangkan Aku lah yang dapat mengampuni semua dosa, maka mohon ampunlah kalian kepadaKu niscaya Aku akan mengampuni dosa kalian.” (HR. Muslim).

3. Kebaikan-kebaikan menghapuskan dosa-dosa.

Seperti shalat, shadaqah, puasa, haji, membaca al-Qur`an, berdzikir kepada Allah, berdo’a, beristighfar, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung silatur rahim, dan lain-lain. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Huud: 114).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Shalat-shalat yang lima waktu, jum’at ke jum’at, ramadhan ke ramadhan dapat meleburkan dosa diantara keduanya apabila dosa-dosa besar dijauhkan.” (HR. Muslim).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda, “Dan ikutilah perbuatan buruk/ kejahatan dengan perbuatan yang baik, niscaya dia menghapuskannya.” (HR. at-Tirmidzi dan dia menghasankannya).

Sesungguhnya satu kebaikan dilipat gandakan balasannya sampai sepuluh kali lipat, adapun keburukan akan dibalas yang serupa dengannya. Maka celakalah bagi orang yang berguguran (kalah) satu persatu dari sepuluh sebab tersebut.

4. Doa orang-orang yang beriman.

Maksudnya mereka memohon ampunan (kepada Allah, pen.) untuk orang yang beriman (lainnya) baik ketika hidup maupun setelah mati dan khususnya pada saat ketidak beradaannya (tanpa sepengetahuan orang yang didoakan, pen.) dan begitu juga doanya atas saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak hadir (tanpa sepengetahuannya, pen.) adalah mustajab, di samping kepalanya terdapat malaikat, setiap dia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat yang diutus berkata, ‘Amin, dan bagimu sepertinya (seperti orang yang didoakan, pen.).” (HR. Muslim).

5. Perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan/ diniatkan untuk si mayyit .

Seperti shadaqah; puasa; haji; membebaskan budak; dan yang lainnya. Para ulama berpendapat, “Amal shalih apa pun (yang dapat mendekatkan diri kepada Allah) yang dia kerjakan dan dia peruntukkan pahalanya untuk seorang muslim baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal, maka hal itu bermanfaat baginya.” Dan yang lebih utama adalah mencukupkan dalam hal tersebut pada apa yang dijelaskan/ ditetapkan oleh nash-nash (al-Qur`an dan Sunnah).

6. Syafa’at Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan selainnya.

Maksudnya adalah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan selain beliau akan memberikan syafa’at kepada orang-orang yang berbuat dosa pada hari Kiamat dengan izin Allah Subhanahu Wata'ala sebagaimana hal tersebut ditetapkan di dalam hadits-hadits shahih.

7. Musibah-musibah.

Dengannya lah Allah Subhanahu Wata'ala menghapuskan dosa-dosa atau kesalahan-kesalahan (yang dilakukan oleh hamba-hambaNya, pent.) di dunia sebagaimana yang telah dijelaskan dalam ash-Shahihain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam;bersabda,

“Tidaklah orang yang beriman ditimpa penyakit yang terus menerus dan tidak pula rasa cemas, rasa sedih, rasa susah dan rasa sakit, sampai-sampai duri yang menusuk kecuali Allah menghapuskan dengannya dari dosa-dosa/ kesalahan-kesalahannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

8. Apa yang didapatkan oleh seorang hamba ketika di dalam kubur.

Yakni berupa fitnah, himpitan liang kubur, kengerian, maka ini semua di antara yang dapat menghapuskan dosa-dosa.

9. Rasa takut, kesusahan serta kengerian terhadap kedahsyatan hari kiamat.

10. Rahmat Allah Subhanahu Wata'ala

Sesungguhnya karena rahmat Allah Subhanahu Wata'ala, semua hamba mendapatkan maaf dan ampunanNya tanpa sebab, maka Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, sebagaimana Dia berfirman, artinya, “Dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu.” (QS. an-Nisa`: 48 dan 116).

Dan Dia lah yang Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya melebihi sayangnya seorang ibu kepada anak-anaknya dan sungguh rahmat Allah Subhanahu Wata'ala meliputi segala sesuatu.(Abu Nabiel).


SYAITAN TAK SUKA INI..

Dikatakan :-
۞ Surah Al-Fatihah dapat memadam kemurkaan Allah SWT.
۞ Surah Yasin dapat menghi lan gkan rasa dahaga atau kehausan pada hari Kiamat.
۞ Surah Dukhan dapat membantu kita ketika menghadapi ujian Allah SWT pada hari kiamat.
۞ Surah Al-Waqi’ah dapat melindungi kita daripada ditimpa kesusahan atau fakir.
... ۞ Surah Al-Mulk dapat meringankan azab di dalam kubur.
۞ Surah Al-Kauthar dapat merelaikan segala perbalahan.
۞ Surah Al-Kafirun dapat menghalang kita daripada menjadi kafir ketika menghadapi kematian.
۞ Surah Al-Ikhlas dapat melindungi kita daripada menjadi golongan munafiq.
۞ Surah Al-Falq dapat menghapuskan perasaan hasad dengki.
۞ Surah An-Nas dapat melindungi kita daripada ditimpa penyakit was-was.
Seterusnya, bagi menangani Syaitan Durjana, dikatakan juga:-
۞ Ketika anda membawa AL-QURAN, respon syaitan ialah biasa saja, tengok je...
۞ Ketika anda membukanya, syaitan mula curiga.
۞ Ketika anda membacanya, syaitan mula gelisah.
۞ Ketika anda memahaminya, dia mula kejang.
۞ Ketika anda mengamalkan AL-QURAN, dalam kehidupan setiap hari, dia stroke....
Teruskan membaca AL-QURAN dan mengamalkannya agar syaitan terus stroke.
۞ Ketika anda ingin menyebarkan pesanan ini, syaitan pun mencegahnya.
۞ Syaitan kata, 'JANGAN SEBARKANNYA, KERANA IA TIDAK PENTING LANGSUNG!

renung-2kan dan selamat beramal :)

YA ALLAH SWT, KU BERMOHAN PADA MU,,

*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumáƒĤAmiin ya Rabbal'alamin.

Ya Allah..
Jadikan aku tabah seperti Ummu Khadijah,Sehingga dirinya digelar afifah solehah,Dialah wanita pertama,Tiada ragu mengucap syahadah,Pengorbanan bersama Rasulullah,Susah senang bersama,Walau hilang harta kerana berdakwah,Walau dipulau 3 tahun 3 bulan,Imannya sedikit pun tak berubah,Mampukah aku setabah dirinya?Andai diuji sedikit sudah rebah..Baru dihina sudah mengalah,Ya Allah..tabahkan aku sepertinya..

Ya Allah..
Jadikan aku semulia Fatimah Az-Zahrah,Betapa tinggi kasihnya pada ayahandanya,Tidak pernah putus asa pada perjuangan dakwah baginda,Anak yang semulia peribadi baginda,Tangannya lah yang membersihkan luka,Tangannya jua yang membersihkan cela,Pada jasad Rasulullah tercinta,Gagahnya dirinya pada dugaan,Mampukah aku sekuat Fatimah?Saat diri terluka dendam pula menyapa,Saat disakiti maki pula mengganti,Ya Rabbi..teguhkan hatiku sepertinya..

Ya Allah..
Jadikan aku sehebat Masyitah dan Sumaiyah,Tukang sisir yang beriman dan Keluarga Yasir yang bertakwa,Sungguh kesabaran mereka menggoncang dunia,Iman tetap terpelihara walau nyawa jadi taruhan Mampukah sabarku seperti mereka?Tatkala digoda nafsu dunia..Entah mana hilangnya Iman di dada..

Ya Rahman..
Kuatkan Imanku seperti Masyitah,Terjun penuh yakin bersama bayi ke kuali mendidih,Kerana yakin Allah pasti disisi,Sabarkan aku seperti sumaiyah,Biar tombak menusuk jasad..Iman sedikit pun takkan rapuh.. 

Ya Allah..
Jadikan aku semulia Ummu Sulaim,Perkahwinannya dengan Abu Talhah atas mahar Iman,Islamlah Abu Talhah sehingga menjadi sahabat Rasulullah,Betapa hebatnya tarbiyyah isteri pada suami,Hinggakan segala panahan ke Rasulullah pada hari uhud,Disambut dengan belakang jasad Abu Talhah..

Ya Allah..
Tarbiyyahkan aku pada cinta sepertinya,Tingginya nilai cinta pada harga Iman,Mampukah aku menatap cinta itu?Sedangkan rupa yang menjadi pilihan,Ketulusan Iman diketepikan,Ya Allah..Ilhamkan aku pada cinta sepertinya.. 

Ya Allah…
Jadikan aku sehebat Aisya Humaira,Isteri termuda Rasulullah,Biar dilempar fitnah,Dia tetap teguh pada ketetapanNya,Isteri sejati yang memangku Nabi,Pada saat terakhir baginda,Hadis dan Sunnah Rasulullah dipertahankan,Betapa hatimu seorang mujahidah..

Ya Allah..
Mampukah aku contohi dirinya?Pada fitnah yang melanda,Diri mula goyah dan putus asa,Teguhkan Imanku sepertinya..Ya Rahim..

Ya Allah..
Teringat diri pada Khansa,Empat orang anaknya mati di Jalan ALLAH,Dia meratap tangis..Anak sulungnya syahid,Anak keduanya turut syahid,Anak ketiganya dan keempat jua mati syahid,Namun tangisan itu bukan kerana pemergian anak tercinta,Jawabnya kerana tiada lagi anak yang dihantar untuk berjihad

Ya Allah..
Mampukah aku menjadi ibu yang berjihad?Sedang anak tak tutup aurat pun masih tak terjawab,Sedang anak tinggal solat pun buat tak kisah,Berikan aku kekuatan sepertinya..Agar bersedia pada akhirat..

Wahai kaum Adam yang bergelar khalifah..Diriku bukan setabah Ummu Khadijah,Bukan jua semulia Fatimah Az-Zahrah,Apa lagi sesabar Masyitah dan Sumaiyah,Mahupun sehebat Ummu Sulaim Dan tidak seteguh Aisya Humaira Kerana diri cuma An-Nisaa akhir zaman

Dimana Aurat semakin dibuka terdedah
Dimana syahadah hanya pada nama
Dimana Dunia yang terus dipuja
Dimana nafsu fana menjadi santapan utama
Dimana batas sentiasa dileraikan
Dimana ukhwah sentiasa dipinggirkan 

Wahai Kaum Hawa
Kita cuma An-Nisaa,Para pendosa yang terbanyak di neraka,Lantas walau tak setabah para Mujahidah,Namun Tabahlah pada ketetapan Allah Kerana padanya ada Syurga!Walau tak semulia para wanita sirah Tapi muliakan diri dengan agama yang memelihara kerana padanya ada Pahala!Walau tak sesabar para wanita solehah Namun sabarkan jiwa pada nafsu dunia yang menyeksa Kerana padanya ada bahagia!

Sesungguhnya Hawa tercipta dari Tulang rusuk kaum Adam,Bukan untuk ditindas kerana lemah Tapi untuk dilindungi kerana Indah dan Indah apabila tertutup terpelihara Kerana disitulah terjaganya Syahadah Bak mekarnya wanita dalam sirah Tuntunlah kami ke arah syurga..Bicara dari An-Nisaa yang hina..Makbulkan doaku..

Aamiin Ya Rabbal A'lamin...

DUA BELAS AURAT WANITA

1. Bulu kening - Menurut Bukhari, Rasullulah
melaknat perempuan yang mencukur atau
menipiskan bulu kening atau meminta supaya
dicukurkan bulu kening - Petikan dari Hadis
Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari.
2. Kaki (tumit kaki) semacam hantu loceng - Dan
janganlah mereka (perempuan) membentakkan
kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui
perhiasan yang mereka sembunyikan - Petikan dari
Surah An-Nur Ayat 31. Keterangan : Menampakkan
kaki dan menghayunkan/melenggokkan badan
mengikut hentakan kaki terutamanya pada mereka
yang mengikatnya dengan loceng……
3. Wangian - Siapa sahaja wanita yang memakai
wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum
supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita
itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap
mata ada zinanya terutamanya hidung yang
berserombong kapal kata orang sekarang hidong
belang - Petikan dari Hadis Riwayat Nasaii, Ibn
Khuzaimah dan Hibban.
4. Dada - Hendaklah mereka (perempuan)
melabuhkan kain tudung hingga menutupi
bahagian hadapan dada-dada mereka - Petikan dari
Surah An-Nur Ayat 31.
5. Gigi - Rasullulah melaknat perempuan yang
mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan
giginya - Petikan dari Hadis Riwayat At-Thabrani,
Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya
supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan
Allah - Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan
Muslim.
6. Muka dan leher - Dan tinggallah kamu
(perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu
menampakkan perhiasan mu seperti orang jahilliah
yang dahulu. Keterangan : Bersolek (make-up) dan
menurut Maqatil sengaja membiarkan ikatan
tudung yang menampakkan leher seperti orang
Jahilliyah.
7. Muka dan Tangan - Asma Binte Abu Bakar telah
menemui Rasullulah dengan memakai pakaian
yang tipis. Sabda Rasullulah: Wahai Asma!
Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid
tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan
kecuali pergelangan tangan dan wajah saja -
Petikan dari Hadis Riwayat Muslim dan Bukhari.
8. Tangan - Sesungguhnya kepala yang ditusuk
dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh
kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya
- Petikan dari Hadis Riwayat At Tabrani dan Baihaqi.
9. Mata - Dan katakanlah kepada perempuan
mukmin hendaklah mereka menundukkan
sebahagian dari pemandangannya - Petikan dari
Surah An Nur Ayat 31.
Sabda Nabi Muhamad SAW, Jangan sampai
pandangan yang satu mengikuti pandangan
lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang
pertama sahaja manakala pandangan seterusnya
tidak dibenarkan hukumnya haram - Petikan dari
Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi.
10. Mulut (suara) - Janganlah perempuan-
perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara
sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan
serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-
perkataan yang baik - Petikan dari Surah Al Ahzab
Ayat 32.
Sabda SAW, Sesungguhnya akan ada umat ku
yang minum arak yang mereka namakan dengan
yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-
bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka
Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi -
Petikan dari Hadis Riwayat Ibn Majah.
11. Kemaluan - Dan katakanlah kepada perempuan-
perempuan mukmin, hendaklah mereka
menundukkan pandangan mereka dan menjaga
kehormatan mereka - Petikan dari Surah An Nur
Ayat 31.
Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu,
puasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya
dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke
dalam Syurga daripada pintu-pintu yang ia
kehendakinya - Hadis Riwayat Riwayat Al Bazzar.
Tiada seorang perempuanpun yang membuka
pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan
dia telah membinasakan tabir antaranya dengan
Allah - Petikan dari Hadis Riwayat Tirmidzi, Abu
Daud dan Ibn Majah.
12. Pakaian - Barangsiapa memakai pakaian yang
berlebih-lebihan terutama yang menjolok mata ,
maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di
hari akhirat nanti - Petikan dari Hadis Riwayat
Ahmad, Abu Daud, An Nasaii dan Ibn Majah.
Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 59. Bermaksud :
Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu,
anak perempuanmu dan isteri-isteri orang
mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab
(baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya
mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak
diganggu. Allah maha pengampun lagi maha
penyayang.
Sesungguhnya sebilangan ahli Neraka ialah
perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi
telanjang yang condong pada maksiat dan menarik
orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak
akan masuk Syurga dan tidak akan mencium
baunya - Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan
Muslim. Keterangan : Wanita yang berpakaian tipis/
jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka
bahagian-bahagian tertentu.