♥☆˚◦☀°•˚◦♥◦˚•°☀◦˚☆ ♥
˚◦☀°Waspadai Iri hati˚◦☀°
♥☆˚◦☀°•˚◦♥◦˚•°☀◦˚☆ ♥
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat saudaraku fillah..
Iri hati merupakan penyakit hati yang mana tidak
senang apabila melihat orang lain bahagia dan
berusaha menghilangkan nikmat tersebut. Dia
berangan-angan agar kenikmatan orang lain
dicabut. Bahwasannya Rasulullah Shallallahu Alaihi
Wa Sallam bersabda :
“ Berhati-hatilah kalian terhadap dengki ( iri ), karena
kedengkian itu menelan kebaikan seperti api yang
memakan kayu bakar atau rumput.” ( HR. Abu
Dawud ).
Saudaraku..kedengkian itu penyakit yang
menggerogoti kedamaian hati seperti halnya
ngengat yang menggerogoti pakaian. Berhati-
hatilah dengan sifat iri karena iri hati yang tidak
terkendali akan membakar panji-panji
persaudaraan dan persahabatan. Sesungguhnya iri
hati dilandasi oleh rasa rendah diri yang berlebihan
dan kufur akan nikmat Allah karena melihat
kelebihan yang dimiliki orang lain.
Waspadailah saudaraku..jika di dalam hati kita
terdapat sifat iri hati terhadap orang lain. Lihatlah
tanda –tandanya nampak jelas kita rasakan bukan?
Jika kita merasa gembira dan tenteram manakala
menyaksikan orang lain sengsara dan merasa
sengsara atau sedih manakala menyaksikan orang
lain bahagia, itulah tanda iri hati.
Sesungguhnya tak ada yang pantas kita iri kecuali
orang yang berilmu yang ikhlas mengajarkan
ilmunya kepada orang lian, orang yang berharta
yang mendermakan hartanya kepada orang yang
membutuhkan, dan orang yang berkuasa yang
adil nan bijaksana. Kita iri terhadap mereka bukan
ingin mencelakakan mereka namun iri mengapa
mereka bisa berbuat demikian sedangkan kita tidak.
Ini menjadi motivasi yang bagus agar kita lebih
baik dan hidup lebih bermakna.
Saudaraku , berikut ini beberapa kiat sederhana
agar tidak memiliki sifat iri yang berlebihan :
♥˚•° Memiliki keyakinan yang kuat bahwa segala
sesuatu di dunia ini adalah milik Allah. Harta,
pangkat, kedudukan dan status sosial hanyalah
titipan dari Allah. Dengan memiliki keyakinan
seperti ini kita akan menyadari bahwa kita tidak bisa
mengatur perkara sedikitpun dan berusaha ridha
dengan apa yang menjadi bagian kita.
♥˚•° Berdo’a dengan tulus untuk kebaikan orang
lain yang memiliki kelebihan dan meminta kepada
Allah agar kita pun memiliki kelebihan sesuai
dengan keadaan diri kita. Yakinlah bahwa Allah
Maha Memberi dan ditangan-Nya lah
perbendaharaan langit dan bumi, Allah tidak lemah
untuk memberi kepada kita kenikmatan seperti
yang telah Dia limpahkan kepada orang lain.
♥˚•° Pandanglah orang lain yang lebih rendah dari
pada kita dalam urusan harta, pangkat kedudukan
dan status sosial . Ini akan menanamkan rasa
syukur dan mengurangi sifat iri hati . Namun
pandanglah orang lain dalam hal ilmu dan agama
yang lebih tinggi dari pada kita. Ini akan
mendorong kita untuk memperbaiki diri.
Saudaraku..Marilah kita menjaga hati ini selalu.
Sering-seringlah kita instropeksi diri, memeriksa di
kedalaman hati kita supaya penyakit hati terdeteksi
sejak dini sehingga hati sehat nan bersih kita miliki.
Sunday, 4 December 2011
ZIKIRULLAH..
Sabda Nabi, "Mahukah aku beritahu kamu tentang
amal yang paling bersih di sisi Tuhanmu dan
paling tinggi mengangkat darjatmu, dan lebih baik
bagimu dari berperang melawan musuh, kamu
memenggal leher mereka dan mereka pun
memenggal leher kamu?"
Para Sahabat menjawab,
"Khabarkan kepada kami." Rasulullah S.A.W. pun
bersabda, "Zikir (ingat) kepada Allah".
(HR Hadis At-Tirmizi dan Ibnu Majah)
Firman Allah, "Maka apabila kamu telah
menyelesaikan solatmu, ingatlah Allah di masa
berdiri, di masa duduk dan di masa
berbaring." (An-Nisa' 103)
Firman Allah, "Hai orang-orang yang beriman,
berzikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir
yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah
kepadaNya di waktu pagi dan petang."
(Al-Ahzab 41-42)
Allah berfirman yang bermaksud: "Iaitu orang
yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingati Allah hati akan menjadi
tenteram."
(Surah ar-Ra'd,ayat 28)
amal yang paling bersih di sisi Tuhanmu dan
paling tinggi mengangkat darjatmu, dan lebih baik
bagimu dari berperang melawan musuh, kamu
memenggal leher mereka dan mereka pun
memenggal leher kamu?"
Para Sahabat menjawab,
"Khabarkan kepada kami." Rasulullah S.A.W. pun
bersabda, "Zikir (ingat) kepada Allah".
(HR Hadis At-Tirmizi dan Ibnu Majah)
Firman Allah, "Maka apabila kamu telah
menyelesaikan solatmu, ingatlah Allah di masa
berdiri, di masa duduk dan di masa
berbaring." (An-Nisa' 103)
Firman Allah, "Hai orang-orang yang beriman,
berzikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir
yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah
kepadaNya di waktu pagi dan petang."
(Al-Ahzab 41-42)
Allah berfirman yang bermaksud: "Iaitu orang
yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingati Allah hati akan menjadi
tenteram."
(Surah ar-Ra'd,ayat 28)
Saturday, 3 December 2011
NIKMAT ALLAH SWT KEPADA KITA..
Firman Allah s.w.t :
"Dan sekiranya engkau menghitung nikmat-nikmat Allah, (pasti) ia tidak akan terhitung." [brahim:34]
Ini adalah antara nikmat Allah s.w.t kepada kita tanpa bayaran. Mari berfikir bersama-sama.
Nikmat Tubuh Badan
1. Mata
2. Telinga
3. Hidung
4. Tangan
5. Otak
6. Perut
7. Kaki dan anggota lain
8. Bernafas
9. Melihat
10. Mendengar
11. Merasa
12. Bau
Nikmat Pada Alam Untuk Manusia
1. Haiwan dan tumbuhan untuk makanan
2. Oksigen untuk pernafasan
3. Matahari untuk sumber cahaya
4. Air sebagai minuman
5. Tanah sebagai kediaman dan nikmat yang lainnya
Jadi cuba kita renungkan sebentar, antara nikmat yang disenaraikan di atas, yang mana satu kita keluarkan bayaran kepada Allah s.w.t.?
Tiada suatu pun yang kita bayar. Semuanya diberikan Allah untuk kita secara percuma namun mengapa sedikit sekali kita bersyukur.
Firman Allah s.w.t :
"Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur." [As-Sajdah:9]
Andai Allah s.w.t mengenakan bayaran di atas setiap nikmat yang diberikan pasti tiada siapa mampu membayarnya, hatta jutawan terkaya di dunia sekalipun. Sifirnya mudah sahaja, andaikan setiap nafas yang disedut dikenakan bayaran RM1.00 atau mungkin lebih rendah, RM0.10.
Dalam satu jam berapa kali anda bernafas? Satu bulan? Satu tahun? Selama hayat? Kajian menunjukkan manusia bernafas 18-30 ribu kali sehari. Itu hanyalah pernafasan.
Andaikan nikmat yang lain juga dibayar dengan kadar yang sama sahaja, kita tidak akan mampu membayarnya.
Allah berfirman dalam surah Yassin :
"Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?" [Yassin:73]
Bayangkan pula jika bil yang Allah keluarkan tidak mampu kita bayar, dan tertunggak seperti bil air atau elektrik. Suatu masa bil amaran akan dikeluarkan untuk pemotongan.
Jika Allah melakukan sedemikian rupa, iaitu dengan memotong atau memberhentikan pemberian nikmat yang kita tidak bayar, bukankah kita pasti dalam ketakutan yang tidak dapat digambarkan?
Allah menggambarkan mereka yang tidak bersyukur adalah orang yang ingkar dan zalim dalam firman-Nya:
"Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." [Ibrahim:34]
Nikmat yang tidak dibayar ini menjadikan kita lupa dan lalai. Bersyukurlah wahai diriku dan sekalian saudaraku.
Sekurang-kurangnya lafazkan ucapan Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) yang dinyatakan dalam al-Quran hampir 21 kali.
Taatlah pada perintah-Nya dan tinggalkanlah apa yang dilarang. Itu adalah tanda syukur kita selain daripada ungkapan Alhamdulillah.
"Dan sekiranya engkau menghitung nikmat-nikmat Allah, (pasti) ia tidak akan terhitung." [brahim:34]
Ini adalah antara nikmat Allah s.w.t kepada kita tanpa bayaran. Mari berfikir bersama-sama.
Nikmat Tubuh Badan
1. Mata
2. Telinga
3. Hidung
4. Tangan
5. Otak
6. Perut
7. Kaki dan anggota lain
8. Bernafas
9. Melihat
10. Mendengar
11. Merasa
12. Bau
Nikmat Pada Alam Untuk Manusia
1. Haiwan dan tumbuhan untuk makanan
2. Oksigen untuk pernafasan
3. Matahari untuk sumber cahaya
4. Air sebagai minuman
5. Tanah sebagai kediaman dan nikmat yang lainnya
Jadi cuba kita renungkan sebentar, antara nikmat yang disenaraikan di atas, yang mana satu kita keluarkan bayaran kepada Allah s.w.t.?
Tiada suatu pun yang kita bayar. Semuanya diberikan Allah untuk kita secara percuma namun mengapa sedikit sekali kita bersyukur.
Firman Allah s.w.t :
"Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur." [As-Sajdah:9]
Andai Allah s.w.t mengenakan bayaran di atas setiap nikmat yang diberikan pasti tiada siapa mampu membayarnya, hatta jutawan terkaya di dunia sekalipun. Sifirnya mudah sahaja, andaikan setiap nafas yang disedut dikenakan bayaran RM1.00 atau mungkin lebih rendah, RM0.10.
Dalam satu jam berapa kali anda bernafas? Satu bulan? Satu tahun? Selama hayat? Kajian menunjukkan manusia bernafas 18-30 ribu kali sehari. Itu hanyalah pernafasan.
Andaikan nikmat yang lain juga dibayar dengan kadar yang sama sahaja, kita tidak akan mampu membayarnya.
Allah berfirman dalam surah Yassin :
"Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?" [Yassin:73]
Bayangkan pula jika bil yang Allah keluarkan tidak mampu kita bayar, dan tertunggak seperti bil air atau elektrik. Suatu masa bil amaran akan dikeluarkan untuk pemotongan.
Jika Allah melakukan sedemikian rupa, iaitu dengan memotong atau memberhentikan pemberian nikmat yang kita tidak bayar, bukankah kita pasti dalam ketakutan yang tidak dapat digambarkan?
Allah menggambarkan mereka yang tidak bersyukur adalah orang yang ingkar dan zalim dalam firman-Nya:
"Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." [Ibrahim:34]
Nikmat yang tidak dibayar ini menjadikan kita lupa dan lalai. Bersyukurlah wahai diriku dan sekalian saudaraku.
Sekurang-kurangnya lafazkan ucapan Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) yang dinyatakan dalam al-Quran hampir 21 kali.
Taatlah pada perintah-Nya dan tinggalkanlah apa yang dilarang. Itu adalah tanda syukur kita selain daripada ungkapan Alhamdulillah.
Friday, 2 December 2011
REMEMBER TO FAST ON MONDAY & TUESDAY
Remember to Fast Taasoo’a with ‘Ashoora this MONDAY 5th and TUESDAY 6th DECEMBER insha-Allaah.
The Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) said: “Fasting the day of ‘Arafah I hope Allaah will expiate thereby for the year before it and the year after it, and fasting the day of ‘Ashoora’ I hope Allaah will expiate thereby for the year that came before it.” [Narrated by Muslim, 1162]
With regard to the reason why the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) fasted on the day of ‘Ashoora’ and urged the people to do likewise is mentioned in the hadeeth narrated by al-Bukhaari (1865) from Ibn ‘Abbaas (may Allaah be pleased with him), who said: The Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) came to Madeenah and saw the Jews fasting on the day of ‘Ashoora’. He said, “What is this?” They said, “This is a good day, this is the day when Allaah saved the Children of Israel from their enemy and Moosa fasted on this day.” He said, “We are closer to Moosa than you.” So he fasted on this day and told the people to fast.
‘Abd-Allaah ibn ‘Abbaas (may Allaah be pleased with him) said: When the Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) fasted on the day of ‘Ashoora and told the people to fast, they said, “O Messenger of Allaah, this is a day that is venerated by the Jews and Christians.” The Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) said, “Next year, if Allaah wills, we will fast on the ninth day.” But by the time the following year came, the Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) had passed away.
Narrated by Muslim, 1916.
Al-Shaafa’i and his companions, Ahmad, Ishaaq and others said: It is mustahabb [recommended] to fast both the ninth and the tenth, because the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) fasted the tenth and intended to fast the ninth.
The Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) said: “Fasting the day of ‘Arafah I hope Allaah will expiate thereby for the year before it and the year after it, and fasting the day of ‘Ashoora’ I hope Allaah will expiate thereby for the year that came before it.” [Narrated by Muslim, 1162]
With regard to the reason why the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) fasted on the day of ‘Ashoora’ and urged the people to do likewise is mentioned in the hadeeth narrated by al-Bukhaari (1865) from Ibn ‘Abbaas (may Allaah be pleased with him), who said: The Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) came to Madeenah and saw the Jews fasting on the day of ‘Ashoora’. He said, “What is this?” They said, “This is a good day, this is the day when Allaah saved the Children of Israel from their enemy and Moosa fasted on this day.” He said, “We are closer to Moosa than you.” So he fasted on this day and told the people to fast.
‘Abd-Allaah ibn ‘Abbaas (may Allaah be pleased with him) said: When the Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) fasted on the day of ‘Ashoora and told the people to fast, they said, “O Messenger of Allaah, this is a day that is venerated by the Jews and Christians.” The Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) said, “Next year, if Allaah wills, we will fast on the ninth day.” But by the time the following year came, the Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) had passed away.
Narrated by Muslim, 1916.
Al-Shaafa’i and his companions, Ahmad, Ishaaq and others said: It is mustahabb [recommended] to fast both the ninth and the tenth, because the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) fasted the tenth and intended to fast the ninth.
DIDALAM HATI MANUSIA...
1. Di dalam hati manusia ada kekusutan dan tidak
akan terurai kecuali menerima kehendak Allah swt.
2. Di dalam hati manusia ada keganasan dan tidak
akan hilang kecuali berjinak dengan Allah swt.
3. Di dalam hati manusia ada kesedihan dan tidak
akan hilang kecuali seronok mengenali Allah swt.
4. Di dalam hati manusia ada kegelisahan dan tidak
akan tenang damai kecuali berlindung, bertemu
dan berjumpa denganNya.
5. Di dalam hati manusia ada penyesalan dan tidak
akan padam kecuali redha dengan suruhan dan
laranganNya serta qadha dan qadarNya, dan
sentiasa sabar sehingga menemuiNya.
6. Di dalam hati manusia ada hajat dan tidak akan
terbendung kecuali kecintaan kepadaNya dan
bermohon kepadaNya.
akan terurai kecuali menerima kehendak Allah swt.
2. Di dalam hati manusia ada keganasan dan tidak
akan hilang kecuali berjinak dengan Allah swt.
3. Di dalam hati manusia ada kesedihan dan tidak
akan hilang kecuali seronok mengenali Allah swt.
4. Di dalam hati manusia ada kegelisahan dan tidak
akan tenang damai kecuali berlindung, bertemu
dan berjumpa denganNya.
5. Di dalam hati manusia ada penyesalan dan tidak
akan padam kecuali redha dengan suruhan dan
laranganNya serta qadha dan qadarNya, dan
sentiasa sabar sehingga menemuiNya.
6. Di dalam hati manusia ada hajat dan tidak akan
terbendung kecuali kecintaan kepadaNya dan
bermohon kepadaNya.
SABDA NABI SAW: PERIHAL MANUSIA
"Rasulullah SAW bersabda:
'Manusia akan tua dan beruban.Namun bersamanya ada dua hal yang tetap muda.
*Angan-angan
*Cinta dunia
Rasulullah SAW bersabda:
'Ada dua pemburu yang tidak akan kenyang.
*Pemburu ilmu
*Pemburu harta
Baginda bersabda lagi,
'Kebinasaan umatku terletak pada dua hal:
*Meninggalkan ilmu
*Mengumpulkan harta
Juga baginda bersabda:
'Jadilah orang alim,atau belajar,atau pendengar,atau pula pencinta.Jadi jadi yang kelima,iaitu pembenci.Maka kau akan binasa.'
~*;{@ Salam Ukhuwah @};*~"
'Manusia akan tua dan beruban.Namun bersamanya ada dua hal yang tetap muda.
*Angan-angan
*Cinta dunia
Rasulullah SAW bersabda:
'Ada dua pemburu yang tidak akan kenyang.
*Pemburu ilmu
*Pemburu harta
Baginda bersabda lagi,
'Kebinasaan umatku terletak pada dua hal:
*Meninggalkan ilmu
*Mengumpulkan harta
Juga baginda bersabda:
'Jadilah orang alim,atau belajar,atau pendengar,atau pula pencinta.Jadi jadi yang kelima,iaitu pembenci.Maka kau akan binasa.'
~*;{@ Salam Ukhuwah @};*~"
Keistimewaan Doa Sewaktu Bersujud
Sewaktu bersujud, kita berada amat hampir dengan Allah. Katakanlah apa sahaja di dalam hati hajat kita sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w. yang biasa memanjangkan sujudnya dengan memperbanyakkan zikir dan doa didalamnya.
Sabda Rasulullah s.a.w. : “Suasana yang paling hampir antara seseorang hamba dengan Tuhannya ialah di kala ia bersujud kerana itu hendaklah kamu memperbanyakkan doa di dalamnya.”
Banyak doa yang diamalkan oleh Rasulullah untuk kita ikuti. Salah satunya yang paling baik untuk diamalkan ialah doa yang dibaca sewaktu sujud akhir dalam solat.
“Ya Allah, tambahkanlah bagiku rezeki yang banyak lagi halal, iman yang benar, ilmu yang bermanfaat, kesihatan yang elok, kecerdikan yang tinggi, hati yang bersih dan kejayaan yang besar.”
Semoga dengan mengamalkan doa itu kita mendapat manfaat atau sekurang-kurangnya menjadi cita-cita kita dalam mencari keredhaan Allah dunia dan akhirat.
Banyak kelebihan memanjangkan sujud dan memperbanyakkan doa di dalamnya.
Rasulullah s.a.w. biasa berbuat begitu sehingga pernah para sahabat hairan kerana lamanya baginda bersujud.
Keistimewaan umatnya yang bersujud telah disebut oleh baginda dalam sabdanya yang bermaksud:-
“Tiadalah ada seorang umatku melainkan aku yang akan mengenalinya di hari kiamat”
Mendengar itu para sahabat bertanya: “Bagaimanakah engkau dapat mengenali mereka dalam khalayak ramai wahai Rasulullah?”
Jawab baginda: “Tidakkah engkau melihat seandainya sekumpulan unta dimasuki oleh seekor kuda yang amat hitam, sedang di dalamnya pula terdapat sekor kuda putih bersih, maka adakah engkau tidak dapat mengenalinya?”
Sahabat Menjawab: “Bahkan !” Rasulullah menyambung: “Kerana sesungguhnya pada hari itu kiamat) muka umatku akan putih (berser-seri) disebabkan mereka bersujud (di dunia), segala anggota mereka (terutama anggota wudu’) putih berseri-seri oleh cahaya wudhu’ !!!”
KEISTIMEWAANNYA
Ahli neraka juga mendapat keselamatan kerana bekas sujudnya. Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:-
“Apabila Allah hendak melimpahkan Rahmat (kebaikan) kepada ahli-ahli neraka yang Dia kehendaki, Dia pun memerintahkan malaikat supaya mengeluarkan orang-orang yang menyembah Allah, lalu mereka dikeluarkan dan mereka dikenali dengan kesan-kesan sujud (di dahi mereka), di mana Allah swt menegah neraka memakan (menghapuskan) bekas-bekas sujud itu, lalu mereka pun keluar dari neraka, maka setiap tubuh anak Adam akan dimakan api neraka selain bekas sujud”
Begitulah Allah memuliakan hamba-Nya yang bersujud. Orang yang sujud mendapat keistimewaannya apatah lagi di dalam sujud itu kita berdoa. Sudah tentu mendapat perhatian yang sewajarnya. Semoga kita akan menjadi hamba yang benar-benar mendapat rahmat.
“Tunjangkanlah resah mu di dada SOLAT, Himpunkan perit mu di genggaman DOA, Tutupi kekecewaan mu dgn keTAQWAan dan Nilaikan kesucian hati mu dengan keIKHLASAN hati.”
Sabda Rasulullah s.a.w. : “Suasana yang paling hampir antara seseorang hamba dengan Tuhannya ialah di kala ia bersujud kerana itu hendaklah kamu memperbanyakkan doa di dalamnya.”
Banyak doa yang diamalkan oleh Rasulullah untuk kita ikuti. Salah satunya yang paling baik untuk diamalkan ialah doa yang dibaca sewaktu sujud akhir dalam solat.
“Ya Allah, tambahkanlah bagiku rezeki yang banyak lagi halal, iman yang benar, ilmu yang bermanfaat, kesihatan yang elok, kecerdikan yang tinggi, hati yang bersih dan kejayaan yang besar.”
Semoga dengan mengamalkan doa itu kita mendapat manfaat atau sekurang-kurangnya menjadi cita-cita kita dalam mencari keredhaan Allah dunia dan akhirat.
Banyak kelebihan memanjangkan sujud dan memperbanyakkan doa di dalamnya.
Rasulullah s.a.w. biasa berbuat begitu sehingga pernah para sahabat hairan kerana lamanya baginda bersujud.
Keistimewaan umatnya yang bersujud telah disebut oleh baginda dalam sabdanya yang bermaksud:-
“Tiadalah ada seorang umatku melainkan aku yang akan mengenalinya di hari kiamat”
Mendengar itu para sahabat bertanya: “Bagaimanakah engkau dapat mengenali mereka dalam khalayak ramai wahai Rasulullah?”
Jawab baginda: “Tidakkah engkau melihat seandainya sekumpulan unta dimasuki oleh seekor kuda yang amat hitam, sedang di dalamnya pula terdapat sekor kuda putih bersih, maka adakah engkau tidak dapat mengenalinya?”
Sahabat Menjawab: “Bahkan !” Rasulullah menyambung: “Kerana sesungguhnya pada hari itu kiamat) muka umatku akan putih (berser-seri) disebabkan mereka bersujud (di dunia), segala anggota mereka (terutama anggota wudu’) putih berseri-seri oleh cahaya wudhu’ !!!”
KEISTIMEWAANNYA
Ahli neraka juga mendapat keselamatan kerana bekas sujudnya. Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:-
“Apabila Allah hendak melimpahkan Rahmat (kebaikan) kepada ahli-ahli neraka yang Dia kehendaki, Dia pun memerintahkan malaikat supaya mengeluarkan orang-orang yang menyembah Allah, lalu mereka dikeluarkan dan mereka dikenali dengan kesan-kesan sujud (di dahi mereka), di mana Allah swt menegah neraka memakan (menghapuskan) bekas-bekas sujud itu, lalu mereka pun keluar dari neraka, maka setiap tubuh anak Adam akan dimakan api neraka selain bekas sujud”
Begitulah Allah memuliakan hamba-Nya yang bersujud. Orang yang sujud mendapat keistimewaannya apatah lagi di dalam sujud itu kita berdoa. Sudah tentu mendapat perhatian yang sewajarnya. Semoga kita akan menjadi hamba yang benar-benar mendapat rahmat.
“Tunjangkanlah resah mu di dada SOLAT, Himpunkan perit mu di genggaman DOA, Tutupi kekecewaan mu dgn keTAQWAan dan Nilaikan kesucian hati mu dengan keIKHLASAN hati.”
Subscribe to:
Posts (Atom)